Date: 14 Nov 2025
Ketika aku diam ..
Sebenarnya aku sedang bersuara.
Walau tidak selalu.
.
Saat aku masih dalam penciptaan,
Aku tumbuh dalam hening dan diam.
Berenang dan bernafas seperti ikan.
.
Aku banyak menangis pada waktu lahirku ..
.
Aku diam saat aku merasa nyaman.
Aku diam saat perutku penuh.
Aku diam .. saat tertidur.
.
Aku memiliki masaku sendiri.
Usia2 di mana aku tidak bisa diam.
Aku banyak mengoceh ..
Banyak mengarang bunyi tak berarti.
Aku berpura2 lihai bicara.
.
Saat sudah dapat mengucapkan kata2 sederhana,
Aku banyak bercerita ..
Dalam bahasa balita yang sudah mulai dapat dipahami.
Aku terpingkal ..
Hahaha … oh aku tau aku pandai.
.
Perbendaharaanku bertambah banyak ..
Aku hanya diam ketika malam membawaku kepada mimpi.
.
Aku tumbuh.
Kaki dan tanganku semakin besar.
Aku memilih diam, saat aku tidak ingin bicara.
Aku sudah dapat memilah.
Kapan aku ingin bicara ..
Dan tidak.
.
Ketika aku semakin dewasa,
Aku sering memakai diamku untuk menggambarkan dunia dalam secarik kertas putih.
Aku menggambar.
.
Ketika aku diam, aku berdoa.
Aku melamun tentang cinta.
.
Ketika aku diam, aku meredam marahku.
Menyimpan kata2 pedas. Menelannya.
Aku menangis tanpa suara ..
Aku merasa sendiri.
.
Ketika aku diam,
Aku sedang bersuara.
Tentang keputusasaan,
Marah tanpa kata.
Berharap aku (sungguh) tidak peduli
.
Beberapa peristiwa membawaku semakin matang ..
Aku diam, tidak memaksakan
Aku banyak mendengar.
Aku banyak tersenyum dan tidak berkata apa2.
Hatiku kosong saat itu.
Tapi paling tidak, aku tidak menggores sekeliling.
.
Aku berdoa ..
Aku banyak bicara dengan Tuhan ..
Dalam diam.
Aku tidak terlalu merasa perlu mengucapkan doa keras2
Apalagi dengan nada2 peperangan
Hei .. jangan paksa aku
Aku punya caraku sendiri.
Frekuensi yang cuma aku dan Dia tau.
.
Aku diam ketika menulis, tenggelam dalam huruf2 bernada kehidupan.
Suara ketikan sayup2 ..
Merasa aman di dalamnya.
.
Aku memeluk mereka ..
Si anak2 lucu ..
Anak2 berharga
Aku diam dan mendengarkan mereka.
Diam yang penuh cinta.
.
Aku diam saat sakitku menggerogoti.
Aku diam saat hatiku patah.
Berkali2.
Karena apa saja.
Aku bukan batu es ..
Aku berteman dengan karya tanpa nada.
Tulisan dan keindahan.
.
Ketika aku diam ..
Aku bernafas satu2.
Bayangan2 masa lalu melintas satu per satu.
Wajah2 yang kucinta.
Wajah2 itu tersenyum.
Aku melihat dari dekat ..
Aku menerima keputusan untuk tidak memiliki yang lainnya.
Tapi aku bahagia ..
Dan itu cukup.
.
Saat itu malam ..
Dan aku pergi dalam diam.
Aku menarik kedua sudut bibirku sesaat sebelumnya.
.
_π·π·π·