• Date: 16 Apr 2023

    Hidup itu ..
    Seperti berjalan di dalam gelap ..

    Tidak dapat kulihat perkara di depan ..

    Hanya kubisa ..
    Melangkah satu2 .. tapaki tanah dengan kehati-hatian
    Dengan keyakinan .. Ia akan menjaga

    Langit sudah ungu tua ..
    Bergradasi menggelap setiap menitnya
    Kini pohon2 hanya memiliki satu warna hitam

    Tidak dapat lagi dilihat hijau dan coklat dedaunannya

    ..

    Sudah cukup jauh dari start awal ..
    Jalan semakin curam menanjak ..

    Banyak yang berkata ..
    Masih sekitar 2 hingga 3 jam lagi ke depan
    Tapi entahlah ..
    Dengan langkah seperti ini akan sampai berapa lama lagi.

    Nafas pendek2 ..
    Terpenggal2 .. bersahabat dengan langkah yang makin berat
    Dengan beban tubuh dan tas di pungggung

    Tanahnya .. kadang berbatu besar ..
    Kadang hanya berpasir ..
    Kadang lembut karena bercampur air ..

    Beruntung ada seorang teman membawakan tongkat daki
    Sehingga sedikit terbantu menapak ..
    Dan maju ke depan

    Peluh besar2 ..
    Syaraf di kaki menjerit lelah ..
    Kutargetkan sampai 10 langkah ke depan baru berhenti

    Sampai di langkah ke-10,
    kuberhenti mengatur nafas ..
    Mengistirahatkan semua yang sudah berteriak tadi ..

    Lalu dalam hitungan ke-5
    Berjalan kembali dengan target2 serupa ..

    Hidup itu seperti mendaki ..
    Harus punya mimpi yang besar ..
    Berjuang naik ke atas untuk melihat matahari terbit sebelum hilang jamnya

    Namun dalam usaha mencapainya ..
    Fokus pada apa yang ada di depan mata ..
    Fokus menaklukkan target2 kecil
    Dengan konsisten dan kesetiaan melangkah.

    Dan dalam usaha mencapainya ..
    Bersandarlah kepada-Nya ..
    Karena Ia yang terutama ..
    Yang kita perlukan.

    _🌷🌷🌷

  • Date: 28 Okt 2022

    Hari ini masih pagi-pagi benar

    .. Sayup2 ku dengar suara ..

    Suara apakah itu?
    .. Suara yang riang menarik hati ..

    Dari manakah suara itu datang?
    .. Kutegakkan panca indraku
    .. Rasanya dari sana .. dari ujung jalan itu ..

    Mengapa rasanya begitu indah dan menarik hati ..

    Bolehkah kumelihatnya?
    .. Hanya sebentar saja ..

    .. Hanya mengintip sebentar .. Lalu aku akan kembali lagi ..
    Bolehkah?

    Aku melihat-Nya sedang duduk diam dalam hadirat Bapa-Nya ..
    Mungkin aku bisa mengendap2 pergi ..
    Tanpa ketahuan?

    Masih kudengar suara yang memikat itu
    .. Memanggil2 untuk datang ..
    Semakin lama semakin menarik

    Sebuah lagu ..
    .. dengan nada-nada yang indah ..

    Aku terpanggil sekali lagi untuk melihat .. siapakah yang menciptakan melodi seindah itu ..
    Bolehkah aku pergi ..
    .. hanya sebentar ..

    Menoleh pada-Nya sekali lagi
    Aku mendekati Dia ..
    Perlahan ..
    Dengan keinginan yang semakin kuat dalam hati

    Bicara terbata dan perlahan berucap ijin
    Mencari2 cara agar Ia setuju

    Memalingkan kepala daripada-Nya ..
    Berkata:
    “Tuhan, berikan aku waktu untuk pergi .. sebentar saja. Ada lagu indah di ujung jalan itu .. Aku melihat adanya kesukaan di sana.”

    Ia hanya memandangku ..
    Belum menjawab ..

    Sudah kutinggalkan Dia
    Berlari pergi

    .. meninggalkan Dia yang masih melihatku dari kejauhan

    Lagunya indah ..
    Dimainkan oleh beberapa orang .. bersahut-sahutan dengan irama yang menyenangkan
    Wangi harum manis mengembang di udara ..
    Ada gelembung2 sabun di sana-sini
    Angin lembut membelai pepohonan dan bunga2

    Aku bergumam, “Tuhan .. di sini indah sekali.”

    .. Bolehkah aku lebih lama di sini?

    Lagunya berganti ..
    Tidak lagu yang sama dengan yang kudengar tadi
    Iramanya kali ini membuatku diam dan tertegun karena lebih indah

    Namun di saat yang bersamaan
    Muncul ketakutan, kekhawatiran .. hati yang gelisah

    Tanpa aku sadar, kupeluk diriku ..
    Menggigil karena banyak rasa itu

    Ada sentuhan lembut ..
    Aroma yang kukenal ..

    Itu Dia ..

    Kali ini kulihat Dia di sebelahku ..
    Memegang tangan kecilku .. dengan tangan besarnya yang lembut
    Ia tersenyum menenangkan ..

    Hati seorang Bapa ..

    Ia berbisik,

    “Anak-Ku .. kamu sudah pergi lebih lama dari yang kamu minta ..
    Kembalilah ..
    Tidakkah Engkau cukup hanya memiliki-Ku?

    _🌷🌷🌷

  • Date: 15 Nov 2025

    3 sahabat.

    Jeda

    Koma,

    Titik.

    .

    Bertiga mengisi ucap.

    Sehingga kalimat menjadi (lebih) dapat dimaknai,

    (Juga) bernada

    Menjadi indah.

    Lebih dari (sekedar) kata yang disusun.

    .

    Walau mereka tidak selalu ada dalam waktu yang benar2 sama,

    Tetapi mereka biasanya hadir dalam 1 kalimat tersebut.

    Koma lebih sering tidak datang ..

    Hanya jeda dan titik yang (sering) makan bersama dan bicara.

    .

    Koma si introvert.

    Hadir sekali2.

    Berbeda dengan jeda dan titik.

    Jeda si ambivert

    Titik itu ekstrovert

    Mereka senang berbaur.

    Senang “hadir” dalam acara2 kebersamaan.

    Dalam kalimat yang jelas2 membutuhkan mereka.

    .

    Walaupun jarang berhimpun,

    Kehadiran koma layak diperhitungkan.

    .

    Ia si penuh arti ..

    Penuh pengertian.

    Hadir jika benar2 dibutuhkan

    Tapi juga tegas menentukan keinginan

    Tidak jeda .. tidak pula titik perlu memaksanya.

    .

    3 sahabat ..

    Jeda

    Koma,

    Titik.

    .

    .

    .

    Waktu

    Aku,

    Kamu.

    .

    _ 🌷🌷🌷

  • Date: 22 Nov 2025

    Seorang.

    Bukan seseorang dengan jabatan tinggi ..

    Tidak semenyilaukan ..

    Seperti orang2 lainnya yang mudah terlihat ..

    Namun tidak berisi .. (maaf).

    .

    Mereka yang mencari panggungnya sendiri.

    Dengan strategi ..

    Dan kasar.

    .

    .

    .

    Ia berbeda.

    .

    Ia suka membaca ..

    Suka belajar.

    Suka menjelaskan dengan jelas dan detail ..

    Hal2 yang ia ketahui.

    Hal2 yang ia pelajari.

    Tanpa syarat.

    .

    Namun tidak banyak kesempatan yang ia miliki saat2 ini.

    Entah siapa yang peduli benar akan peluang yang ia miliki untuk mendapatkan posisi yang lebih baik.

    Karena sebenarnya .. ia worthed.

    .

    Satu di antara sepuluh ribu.

    .

    .

    .

    Ia banyak mendapatkan inspirasi ..

    Dari hal2 remeh.

    .

    Cerita tentang putri tidur yang dipelesetkan ..

    Keluarga dan 1 kota penduduknya yang menginginkan ia segera tertusuk mesin pintal dan tertidur karena makannya sangat banyak.

    Ia terindikasi mampu menghabiskan jatah makan 1 kota dengan cepat jika ia dibiarkan “tidak tertidur” dalam masa remajanya.

    .

    Cerita tentang bangau yang melipat kaki di sawah pada suatu hari ..

    Sedang memincingkan mata, melihat calon buruannya dari kejauhan.

    .

    Ada banyak cerita2 lain.

    Cerita dengan genre berbeda ..

    Dari biasanya.

    Dari kebanyakan.

    Ia mampu mengarangnya dengan spontan.

    .

    Ia menyukai permainan kata.

    .

    Pribadinya asik

    Tapi tidak banyak orang bisa mendapat versi asli dirinya

    Tidak banyak yang ia persilakan masuk dalam hidupnya

    .

    Ia butuh kesempatan yang baik.

    Untuk bertumbuh dalam hidupnya.

    Untuk mendapatkan dan memiliki orang yang berharga baginya.

    Untuk tidak takut memiliki mimpinya sendiri.

    Untuk tidak bergantung pada mimpi orang lain.

    .

    Tidak ada orang yang lebih layak

    Jika dibandingkan dengannya.

    .

    Hahaha .. yaa .. jelas

    Ini pernyataan subjektif.

    .

    Beberapa kali jalannya tertutup.

    Beberapa kali ia merasa jatuh.

    Sampai lemas dan sulit untuk bangun.

    .

    Sabarlah kataku.

    Tuhan punya banyak jalan ..

    Jalan2 kecil .. jalan2 yang belum pernah terpikirkan.

    .

    Aku berdoa ..

    Agar pribadi ini tetap (dan terus) memiliki keinginan untuk menggenggam.

    Ia seperti mutiara berharga yang belum ditemukan siapapun.

    Aku berdoa ..

    Agar ia tidak kalah terhadap menyerah.

    Aku berdoa ..

    Agar hatinya selalu hangat.

    .

    Bukan hanya karena ia pantas.

    Tetapi juga ..

    Karena ia begitu berharga.

    .

    _ 🌷🌷🌷

  • Date: 12 Nov

    (Sepertinya) ada dua jiwa ..

    Dalam 1 tubuh fana.

    .

    Keduanya sinkron menginginkan hal yang sama ..

    Haus cinta.

    Haus diterima.

    Butuh pelukan.

    Butuh diajak bicara.

    .

    Keduanya seringkali bicara.

    Saling memiliki satu sama lain.

    Tapi inginnya tidak pernah bisa bulat penuh

    Walau saling peluk.

    Atau saling .. (bicara).

    .

    Kami .. tersenyum bersama ..

    Setuju pada pola perilaku yang sama ..

    (Kecuali di saat2 tertentu – ah tentu saja!)

    .

    Oh yaa .. kami tidak saling mengendalikan.

    Kami bicara.

    Walau tidak jarang kami berbeda pendapat

    Kami juga pernah saling berpunggungan

    Pernah jugaa menyeret salah 1-nya pergi dari kejadian yang tidak bisa kami terima (sampai kapanpun).

    .

    Kami ..

    Lebih seperti dua pribadi ..

    2 anak kembar yang terpenjara dalam 1 tubuh.

    .. mm jadi bertanya2 .. apakah dulu benar pernah ada kami ..

    Atau hanya ada aku ..

    Dengan dua sisiku.

    .

    _ 🌷🌷🌷

  • Date: 14 Nov 2025

    Ketika aku diam ..

    Sebenarnya aku sedang bersuara.

    Walau tidak selalu.

    .

    Saat aku masih dalam penciptaan,

    Aku tumbuh dalam hening dan diam.

    Berenang dan bernafas seperti ikan.

    .

    Aku banyak menangis pada waktu lahirku ..

    .

    Aku diam saat aku merasa nyaman.

    Aku diam saat perutku penuh.

    Aku diam .. saat tertidur.

    .

    Aku memiliki masaku sendiri.

    Usia2 di mana aku tidak bisa diam.

    Aku banyak mengoceh ..

    Banyak mengarang bunyi tak berarti.

    Aku berpura2 lihai bicara.

    .

    Saat sudah dapat mengucapkan kata2 sederhana,

    Aku banyak bercerita ..

    Dalam bahasa balita yang sudah mulai dapat dipahami.

    Aku terpingkal ..

    Hahaha … oh aku tau aku pandai.

    .

    Perbendaharaanku bertambah banyak ..

    Aku hanya diam ketika malam membawaku kepada mimpi.

    .

    Aku tumbuh.

    Kaki dan tanganku semakin besar.

    Aku memilih diam, saat aku tidak ingin bicara.

    Aku sudah dapat memilah.

    Kapan aku ingin bicara ..

    Dan tidak.

    .

    Ketika aku semakin dewasa,

    Aku sering memakai diamku untuk menggambarkan dunia dalam secarik kertas putih.

    Aku menggambar.

    .

    Ketika aku diam, aku berdoa.

    Aku melamun tentang cinta.

    .

    Ketika aku diam, aku meredam marahku.

    Menyimpan kata2 pedas. Menelannya.

    Aku menangis tanpa suara ..

    Aku merasa sendiri.

    .

    Ketika aku diam,

    Aku sedang bersuara.

    Tentang keputusasaan,

    Marah tanpa kata.

    Berharap aku (sungguh) tidak peduli

    .

    Beberapa peristiwa membawaku semakin matang ..

    Aku diam, tidak memaksakan

    Aku banyak mendengar.

    Aku banyak tersenyum dan tidak berkata apa2.

    Hatiku kosong saat itu.

    Tapi paling tidak, aku tidak menggores sekeliling.

    .

    Aku berdoa ..

    Aku banyak bicara dengan Tuhan ..

    Dalam diam.

    Aku tidak terlalu merasa perlu mengucapkan doa keras2

    Apalagi dengan nada2 peperangan

    Hei .. jangan paksa aku

    Aku punya caraku sendiri.

    Frekuensi yang cuma aku dan Dia tau.

    .

    Aku diam ketika menulis, tenggelam dalam huruf2 bernada kehidupan.

    Suara ketikan sayup2 ..

    Merasa aman di dalamnya.

    .

    Aku memeluk mereka ..

    Si anak2 lucu ..

    Anak2 berharga

    Aku diam dan mendengarkan mereka.

    Diam yang penuh cinta.

    .

    Aku diam saat sakitku menggerogoti.

    Aku diam saat hatiku patah.

    Berkali2.

    Karena apa saja.

    Aku bukan batu es ..

    Aku berteman dengan karya tanpa nada.

    Tulisan dan keindahan.

    .

    Ketika aku diam ..

    Aku bernafas satu2.

    Bayangan2 masa lalu melintas satu per satu.

    Wajah2 yang kucinta.

    Wajah2 itu tersenyum.

    Aku melihat dari dekat ..

    Aku menerima keputusan untuk tidak memiliki yang lainnya.

    Tapi aku bahagia ..

    Dan itu cukup.

    .

    Saat itu malam ..

    Dan aku pergi dalam diam.

    Aku menarik kedua sudut bibirku sesaat sebelumnya.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: … – 11 Nov 2025

    Aku lahir di keluarga besar

    Aku tidak penuntut tapi juga tidak penurut

    Aku punya mimpi menjadi besar

    Progresku tidak terucap tapi (syukurlah) terukur

    .

    Aku tidak (berencana) menulis ini menjadi kisah sedih

    Tapi dari sini, aku belajar mengenal diriku sendiri.

    .

    Kekuatan, kelemahan, dan hal2 yang membuatku terjatuh.

    Aku belajar memahami.

    Aku belajar menerima .. diriku.

    Bahwa untuk hidup, butuh semangat, tekad, dan kekuatan.

    Butuh (lebih) mencintai diri ..

    .

    Dan (ternyata) tidak perlu selalu menerima kritik orang lain.

    Serius.

    Tidak perlu.

    .

    Tau gak kenapa?

    .

    Karena walaupun yang mereka katakan (mungkin) benar

    Tetapi lebih banyak tidaknya ..

    Hahahhaaa

    .

    Siapa yang lebih tau mengenai diriku?

    Hanya aku.

    .

    Tidak ada yang pernah mengalami (persis) dengan apa yang kualami ..

    Dan di saat aku butuh pegangan,

    Aku MEMILIH untuk tidak berpegang pada perkataan orang lain.

    .

    Mereka melukai aku ..

    Tapi aku tidak mau sama dengan mereka.

    Aku akan tumbuh dan berkembang dengan indah ..

    Aku akan memilih kata2 yang baik ..

    Tatapan yang bersahabat.

    Aku akan memiliki baikku sendiri ..

    (Sambil berusaha tidak membunuh diriku sendiri ..)

    Tapi juga tidak mengusir bayang2 kelabu yang sering menutup mata dan hatiku.

    Aku diam saja …

    .

    Inilah caraku menerima keberadaan mereka.

    .

    Saat air mataku (sudah) habis,

    Aku masih punya .. pundak.

    Aku masih bisa menyangga leher dan kepalaku.

    Karenanya aku masih bisa berdiri tegak sampai hari ini.

    .

    Tapi .. sst ..

    Pundak ibu ..

    Adalah yang (teramat) kuhindari ..

    Jangan sampai aku rebah di atasnya ..

    Karena di saat itulah aku akan kehilangan seluruh kekuatanku.

    Kekuatan untuk merasa baik2 saja.

    Kekuatan untuk merasa aku berharga.

    Kekuatan untuk berdiri dan menjalani hari.

    .

    Jadi ..

    Cukup aku saja.

    Cukup dengan pundakku (saja).

    _🌷🌷🌷

  • Date: 28 Okt 2025

    Aku tertidur ..

    Saat ayah, ibu, dan kakak ada bersama ..

    Mereka tengah berbincang dan tertawa ..

    Aku suka.

    Rasanya hangat.

    Namun saat suara2 itu hilang,

    Aku bangun.

    Aku ditinggal (sendirian) dalam kamar dinding merah jambuku.

    .

    Sunyi menjalar.

    Mimpi berubah menjadi dingin dan menggigit.

    Aku menjerit dalam diam.

    Aku tidak suka ditinggal sendirian.

    .

    Apakah ada standartnya batas minimal umur aku harus tidur sendirian?

    .

    Apakah bisa tidak?

    Aku mau tidur dalam peluk.

    Dalam dengkur orang2 kesayanganku.

    Dalam ritme nafas yang berbaur merdu.

    Merdu sih menurutku.

    Aku suka dikenai nafas hangat mereka

    Tidak sengaja bersentuhan ..

    Berhimpitan tidak apa.

    Aku suka dipeluk (terlalu) erat ..

    Aku tidak sesak.

    Aku suka.

    Tapi tidak ada.

    .

    .

    .

    Umurku 3

    Sulit menyampaikan ingin.

    Kataku belum sempurna ..

    Perasaanku tak tercerna baik.

    Mauku menangis saja.

    Tolonglah mengerti apa yang ingin kukatakan.

    Tapi tidak.

    .

    Apakah aku sudah cukup besar untuk tidur sendirian?

    Aku sulit tidur.

    Aku keluar masuk kamar ..

    Beberapa kali setiap malam.

    Mengendap di gelap.

    Aku takut sendirian ..

    Aku membuka kamar mereka satu persatu.

    Mereka sudah terlelap.

    Tapi aku sama sekali tidak mengantuk.

    .

    Aku takut.

    .

    Takut apa?

    Hal2 yang tidak bisa kugambar dengan jelas.

    Jadi aku diam saja.

    .

    Mataku mungkin bicara ..

    Tapi bibirku terkunci.

    .

    Lihat aku dan mengertilah.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: 27 Okt 2025

    (Salah satu) hobiku (yang terbesar) adalah makan.

    Sepertinya Bapa (selalu berusaha) mengingatkanku ..

    Untuk bersyukur melalui makanan2 lezat.

    Membuatku berterimakasih ..

    Bersyukur untuk setiap bibit tanam dan hewan ..

    Bersyukur untuk kemampuan cocok tanam para petani ..

    Bersyukur untuk setiap tangan yang mampu mencabutnya.

    Bersyukur untuk kepiawaian pemasok bahan2 baku makanan ..

    Bersyukur untuk setiap bumbu yang berhasil diciptakan ..

    Bersyukur untuk setiap kemampuan hebat para koki ..

    Bersyukur untuk setiap jasa pesan antar yang tersedia.

    Bersyukur ..

    Dan bersyukur.

    (Aku tersenyum)

    .

    Dunia ini memberikanku banyak pilihan.

    Mm contohnya ..

    Ada makanan enak di setiap gang.

    Di setiap blok ada 3 sampai 5 tukang gerobak mie ayam.

    Di setiap komplek ada 10 tukang gorengan

    Hooo .. betapa indahnyaaaaaaaa hidupku.

    .

    Aku tahu .. hidup itu berputar.

    Kadang bisa pilih2 mau makan apa, di mana, harga berapa.

    Kadang .. hanya punya 1 makanan untuk dimakan dalam 1 hari saja sudah bagus.

    .

    Apakah makanan selalu membuatku bahagia?

    Kupikir agak lama .. 

    Jawabannya adalah: tidak selalu.

    .

    Malam ini di tengah doaku ..

    Aku bicara dengan lirih ..

    Bapa, berikan makanan pada orang2 yang kelaparan itu.

    Kulihat beberapa.

    Dari sudut mataku .. beberapa kali.

    .

    Jika makanan itu membuatku (sekedar) bahagia.

    Makanan untuk mereka adalah hidup.

    .

    .

    .

    Ketika tidak ada makanan di meja ..

    Mereka (mungkin) bersungut iri ..

    Mempertanyakan di mana Tuhan berada.

    Perlawanan terhadap rasa lapar adalah teman sehari2.

    Menelan liur saat aroma lezat menari2 di udara adalah biasa.

    .

    Ketika tidak ada makanan di meja,

    Tidur adalah salah satu pilihan ..

    Untuk melewati hari.

    Berharap besok ada (sedikit) rejeki untuk dapat dibawa pulang.

    Agar ibu tidak terlalu lama kelaparan.

    Agar adik mendapatkan makanan cukup untuk pertumbuhannya.

    Agar ayah .. cukup kuat untuk mendorong gerobak tua usangnya.

    Tidak perlu ingin yang muluk.

    Begitu saja cukup.

    .

    Tidak ada makanan di atas meja ..

    Tidak berarti tidak hidup bahagia.

    .

    Ketika tidak ada makanan di atas meja,

    Beberapa akan berusaha lebih ..

    Mencari di mana limit mereka dan batasnya.

    Mengundang (cukup) simpati karena tekun dan terampil.

    Berlama di bawah peluh dan terik yang menggoreng gosong punggung dan wajah mereka. 

    .

    Ketika tidak ada makanan di atas meja,

    Mereka (jelas) lebih menghargai apa yang mereka miliki.

    .

    _🌷🌷🌷

  • Date: ..

    Hari baru tiba ..

    .

    .. Setidaknya rasanya baru untukku ..

    Entah sudah berapa lama .. 

    Berada dalam dunia antara.

    Mungkin beberapa jam .. atau mungkin beberapa pagi.

    Telinga kananku menangkap beberapa suara ..

    Namun otak abai mengartikan .. 

    .

    Biarlah seperti ini .. 

    Setidaknya .. sekarang .. 

    .

    Rasanya menyenangkan.

    Rasa sakitnya hilang.

    Paling tidak untuk sekarang ..

    Nafasku satu satu ketika itu .. 

    Berirama seperti yang seharusnya.

    Seperti beberapa waktu sebelum serangan itu datang 

    Paling tidak, kali ini aku bisa bernafas dengan benar …

    .

    Kuterdorong ..

    Untuk membuka mataku sedikit .. 

    Sekeriap sinar datang dari luar ..

    Warnanya begitu kontras saat itu .. 

    Hingga ku putuskan kembali tenggelam dan tetap berada dalam gelap beberapa saat lamanya.

    5 menit lagi .. 

    Kantuknya belum hilang .. 

    Perlahan kurasa sedikit tenaga

    … telah sampai ke ujung jemari

    Kugerakkan tubuh yang telah kaku dalam satu posisi yang sama selama beberapa waktu 

    Pagikah saat ini?

    .

    Saat sadar sepenuhnya, semua rasa sakit itu begitu menusuk .. 

    Dari segala sisi .. hingga tulang belulangku ikut berteriak 

    Kutahan dalam diam 

    .. hingga hilang sadarku 

    .

    Dia datang lagi .. 

    Menemani cukup lama setiap kali .. 

    Di saat2 lelapku  

    Setidaknya saat kusadar, aku tahu itu dia .. 

    kuhirup aromanya yang berbeda setiap hari darinya 

    Tak perlu membuka mata untuk memastikan itu dia .. yang kucinta .. 

    Aku hilang lagi .. 

    .. semakin lama semakin sedikit kesadaran yang kumiliki .. 

    Kutinggalkan hebatku di belakang .. 

    Aku hanya aku 

    .. 

    Kuingat satu penggal kisah beberapa waktu kemarin .. 

    Ia memanggilku .. 

    Memanggil namaku .. 

    Kucari dan tak kutemukan .. 

    .. Kumenoleh dan Dia ada di sana .. 

    Menatap ku lekat2 dan berkata .. waktu dunia ku sudah hampir selesai .. 

    Saat itu kujawab, “Ya Bapa .. seperti kehendak-Mu lah yang terjadi ..”

    .

    Saat ini adalah hari yang baru itu .. 

    Kesempatanku mengucap perpisahan ..

    Sakitnya kembali datang .. 

    Sampai ke tulang2 .. 

    Kutahan dalam diam .. 

    Kudorong mataku membuka .. 

    Kumencari siapa yang ada 

    .. Orang2 yang kusayangi semuanya di sana .. 

    Semuanya .. termasuk dia yang kucinta.

    .

    .

    .

    Matanya terpaku padaku 

    Sinar matanya melembut .. 

    Dia mendekat 

    “Hai .. “, katanya 

    Suaraku hilang ..

    Sudah berhari2 tak kugunakan .. 

    Kulihat dia .. 

    Kutersenyum sedikit2 .. 

    Rasa sakitku menarikku kembali ..

    Wajah2 yang kukasihi ..

    Kuperhatikan satu persatu .. 

    Kuucap berpisah melalui tatapan .. tanpa kata 

    Terimakasih Bapa .. untuk mereka yang kumiliki

    Kuberdoa untuk kebahagiaan mereka ..

    Mereka yang sudah berusaha berjuang bersamaku hingga saat ini

    Berkati mereka Tuhan

    .

    .. dan kupergi  

    _🌷🌷🌷